Balas Dendam Serangan Udara AS, ISIS Bantai Warga Sipil

JagadNews – PBB memperingatkan warga sipil “harus membayar harga” atas meningkatnya serangan udara terhadap ISIS. Kelompok teroris itu akan mencari pembalasan berdarah.

“Kami takut warga sipil berada dalam situasi yang semakin berbahaya saat serangan udara dan konflik darat meningkat, kemungkinan mengakibatkan lebih banyak korban, dan juga serangan balasan oleh ISIS terhadap daerah sipil berpenduduk padat,” kata Komisioner Tinggu PBB untuk HAM, Zeid Ra’ad al-Hussein seperti dikutip dari Independent, Jumat (26/5/2017).

ISIS Bantai Warga Sipil

Ia juga mengutuk kelompok teroris tersebut karena menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia. ISIS juga secara brutal mencegah mereka meninggalkan daerah-daerah yang berada di bawah kendalinya.

“Ada sedikit keraguan bahwa ISIS terus-menerus membunuh dan membahayakan warga sipil, melakukan kejahatan perang tanpa ada kompromi apapun,” katanya.

“Namun, juga jauh dari kenyataan bahwa prinsip-prinsip dasar hukum internasional dipatuhi dengan benar oleh semua angkatan udara yang terlibat dalam perang melawan ISIS. Warga sipil yang sama yang menderita pembekuan dan eksekusi hukuman tanpa pandang bulu oleh ISIS juga menjadi korban serangan udara yang meningkat,” jelasnya.

Al-Hussein mengatakan jumlah kematian warga sipil dalam pemboman meningkat di Suriah, terutama di sekitar garis depan di Raqqa dan Deir Ezzor. Ini menunjukkan bahwa tindakan pencegahan yang tidak memadai mungkin telah dilakukan dalam serangan tersebut.

“Hanya karena ISIS menguasai area tidak berarti tindakan pencegahan tidak bisa dilakukan. Warga sipil harus selalu dilindungi, apakah mereka berada di daerah yang dikuasai ISIS atau oleh pihak lain,” tegasnya.

Ia lantas mendesak semua negara yang mengoperasikan angkatan udara dalam perang saudara Suriah, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Rusia dan Suriah, untuk membedakan antara target militer yang sah dan warga sipil sebagaimana dipersyaratkan dalam hukum internasional.

Peringatan tersebut terjadi sehari setelah Komando Pusat AS mengkonfirmasi kematian lebih dari 100 warga sipil, termasuk anak-anak, dalam serangan udara di distrik al-Jadida di Mosul pada bulan Maret lalu.

Mereka berlindung di bangunan yang ditargetkan karena kehadiran penembak jitu ISIS di atap, atas perintah pasukan Irak yang tampaknya tidak menyadari adanya keluarga sipil di dalamnya.

Tinggalkan Balasan