Fahri Hamzah : Saya Tidak Ditolak di Manado, Pengamat : Cemen, Kok Gak Kau Temui Warga Manado

Insiden kedatangan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah ditolak Manado kontan mendapat sorotan dari media. Seperti di laporkan warga Manado berkumpul di bandara Sam Ratulangi untuk menolak kedatangan Fahri Hamzah.

Alasan Fahri Hamzah ditolak di Manado

Alasannya sangat simple, mereka tidak mau menerima Fahri Hamzah di karenakan sosok Fahri Hamzah di ibaratkan sebagai sosok yang memecah belah nasionalisme. Terikan-teriakan kasar juga menggema di area VIP Bandara nasional Manado tersebut.

“Usir Fahri Hamzah, usir, usir…” Teriak para warga pendemo

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menemui massa di luar Ruang VIP dan mengingatkan massa untuk tetap mempertahankan karakter cinta damai yang selama ini melekat pada masyarakat Sulawesi Utara.

Fahri Hamzah menggunakan mobil polisi saat keluar dari Kantor Gubernur Sulut untuk menghindari massa yang menolak kedatangannya di Manado, Sabtu. Massa berusaha mencegat agar Fahri tidak keluar dari ruangan VIP. Namun rombongan Fahri bisa lolos dari kerumunan massa dengan memilih jalan alternatif. Massa pun marah setelah mengetahui hal itu.

Barikade polisi yang berjaga di depan pintu pagar gedung VIP Bandara pun berhasil dijebol massa yang memaksa masuk. Polisi tak bisa berbuat banyak karena massa penerobos diikuti oleh barisan penari Kabasaran. Dalam tiap pentas Kabasaran, penarinya selalu membawa parang panjang. Polisi sempat menembakkan gas air mata. Namun untuk menghindari bentrokan, polisi akhirnya membiarkan sebagian massa masuk ke dalam halaman gedung VIP.

Fahri Hamzah ditolak di Manado

Saat itulah Olly keluar. Namun setelah orasinya tidak diterima massa, Olly kembali masuk ke dalam ruang VIP. Pintu kaca ruang tunggu bandara ambruk dan hancur karena peristiwa ini. Setelah tidak menemukan Fahri di Bandara, massa bergerak ke Kantor Gubernur. Polisi berusaha menahan massa agar tidak masuk ke dalam halaman Kantor Gubernur. Bentrokan pun tak terhindarkan. Dalam setiap orasi yang disampaikan, massa menolak Fahri karena dianggap kerap melontarkan pernyataan yang memicu intoleransi.

“Jelas kami tidak ingin orang seperti itu hadir di Sulut. Kami mencintai bangsa ini dan jangan dipecah belah,” ujar Olden Kansil, salah satu orator.

“Kami tidak mau didatangi kelompok atau orang yang pernyataannya bisa memecah persatuan bangsa ini. Kami cinta damai, kami peduli dan kami juga anak bangsa. Ini bukan sekedar masalah suku dan golongan tapi sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” ujar Olden kemudian. (kompas)

Fahri Hamzah Berdalih soal kasus penolakan di Manado

Fahri Hamzah ditolak di Manado

Usai balik ke Jakarta, Fahri Hamzah berdalih dan membantah dirinya ditolak oleh masyarakat saat berkunjung ke Manado. Dia mengaku di terima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat, baik dari Gubernur, Wagub, Toga (tokoh agama), Toma (tokoh masyarakat) secara baik.

“Alhamdulillah, Saya tidak ditolak. Saya diterima oleh pak Gubernur, Wagub, Toga (tokoh agama-red) dan Toma (tokoh masyarakat-red) secara baik. Bumi Nyiur Melambai adalah bumi saya, tanah air saya. Darah, daging dan tulang saya berasal dari sari pati nusantara,” kata Fahri.

Fahri juga mengatakan, dia berhubungan baik dengan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey. Dia juga mengaku, setibanya di Manado saat itu, dia langsung dijemput di bandara oleh Olly.

“Gubernur Olly dan Wagub Steven adalah sahabat baik. Mereka menerima, menjemput dan mengantar sampai selesai,” katanya. Di sela sela tersebut dia juga berterima kasih kepada jajarang TNI dan Polri yang bertugas menjaga keamanan dengan baik.

Menanggapi hal tersebut pengamat politik asal Sulawesi mengatakan bahwasannya apa yang disampaikan oleh Fahri Hamzah tidaklah benar, dia adalah sosok yang tidak diingkan kehadirannya oleh warga dan suku di Sulawesi dam Kalimantan. Hal ini karena Fahri adalah sosok yang tidak bertanggung jawab, serta seorang sosok yang selalu memecah belah persatuan NKRI. Bila apa yang di katakan Fahri memang benar dia seharusnya menemui warga dan juga rapat yang sebelumnya di jadwalkan di sore harinya.

“Bila bapak Fahri Hamzah memang diterima dengan baik, kenapa baliknya cepat. Toh sore hari kan masih ada acara” katanya. “Cemen, kok gak ditemui warga Manado itu, dulu kau bilang Jokowi hindari massa, sekarang kami lihat muka kamu kok pucat dan tegang gitu. NKRI ITU HARGA MATI BAGI KITA PAK” lanjutnya

 

Tinggalkan Balasan