Balada Kasus Rizieq Yang Masih Belum Terselesaikan

Balada Kasus Rizieq yang masih belum terselesaikan

Habib Rizieq imam besar FPI yang saat ini masih belum di ketahui keberadaannya ternyata memiliki berbagai macam kasus pidana yang masih belum di selesaikan. Seperti diberitakan, keberadaan imam besar Habib saat ini berada di Arab Saudi setelah sebelumnya di Malaysia. Pemimpin FPI yang kontroversial ini diduga menghindari kasus yang menjeratnya. Dalam hukum, kasus Rizieq tersebut dinyatakan dalam kondisi yang serius. Dari urusan agama hingga pencemaran nama baik kasus tersebut seakan-akan tidak terselesaikan dan memperlihatkan hukum Indonesia yang lemah terhadap seorang pemimpin ormas. Berikut balada kasus Rizieq yang masih belum terselesaikan.

Kasus pencemaran nama baik Soekarno

Kasus pencemaran nama baik terhadap mendiang Presiden RI pertama Soekarno di laporkan oleh putrinya yaitu Sukmawati Soekarnoputri 27 Oktober 2016 lalu. Laporan tersebut berdasarkan ceramah yang dilakukan olhe imam FPI saat tablir akbar di lapangan Gasibu, Bandung 2011 silam. Kasus tersebut akhirnya di limpahkan kepada Kapolda Jawa Barat karena insiden tersebut terjadi di wilayah Jawa Barat.

Dalam kasus ini Habib Rizieq diduga melanggar Pasal 320 KUHP tentang pencemaran nama baik orang yang sudah meninggal.

Kasus penodaan Pancasila

Seperti kasus pencemaran nama baik Soekarno, kasus tersebut juga dilaporkan oleh Sukmawati. Rizieq Shihab diduga melanggar Pasal 154a KUHP dan/atau Pasal 320 KUHP dan/atau Pasal 57a juncto Pasal 68 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Dua bulan setelah dilimpahkan dan beberapa kali dilakukan pemeriksaan serta gelar perkara, Polda Jabar menetapkan Rizieq sebagai tersangka, pada 30 Januari 2017. Polda Jabar kemudian melimpahkan berkas perkaranya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, 2 Mei 2017.

Saat ini, berkas tersebut masih diteliti oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar. “Tanggal 2 Mei yang lalu sudah terima berkas (perkara Rizieq Shihab) dari Polda Jabar, masih dalam tahap penelitian berkas oleh tim JPU,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jabar, Raymond Ali kepada wartawan di Bandung, Julia Alazka.

Berdasarkan KUHAP, Raymond menjelaskan, tim JPU memiliki waktu 14 hari untuk meneliti berkas. Setelah jangka waktu tersebut, JPU akan memberikan petunjuk kepada penyidik Polda Jawa Barat mengenai status berkas perkaranya.

“Jika dalam waktu 14 hari penuntut umum tidak memberikan petunjuk, maka berkas akan dianggap lengkap atau P21. Maka itu, penuntut umum besok akan memberikan kepastian terkait hasil penelitian berkas tersebut kepada penyidik,” tutur Raymond.

Kasus Sampurasun

Aliansi Masyarakat Sunda juga menggugat melaporkan Rizieq Shihab ke Polda Jawa Barat karena dianggap telah menghina dan melecehkan budaya Sunda, pada 24 November 2015. Habib diduga melanggar UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Pelaporan kasus tersebut didukung 15 organisasi lainnya. Mereka menuntut Rizieq meminta maaf kepada rakyat Jawa Barat.

Pelaporan itu buntut dari ucapan Rizieq yang memplesetkan salam orang Sunda “Sampurasun” menjadi “Campur Racun“. Kata plesetan itu diucapkan Rizieq saat berceramah di Purwakarta, pada 13 November 2015. Proses hukum kasus rizieq tersebut sempat terhenti selama lebih dari setahun. Namun Polda Jabar kembali menangani kasus itu seiring desakan dari pihak pelapor. Saat ini, kasus tersebut masih tahap penyelidikan penyidik Polda Jabar.

Kasus dugaan penodaan agama

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia melaporkan Rizieq Shihab atas dugaan pelanggaran Pasal 156 KUHP dan Pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama, pada 26 Desember 2016. Laporan itu tertuang dalam surat laporan polisi dengan nomor LP/6344/XII/2016/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Rizieq dilaporkan atas video yang beredar di media sosial berisi ceramahnya yang disebut berlangsung di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada 25 Desember 2016. Dalam ceramah itu, Rizieq dianggap menyinggung keyakinan umat Kristiani. Salah satu kalimat dalam video ceramah yang dipermasalahkan berbunyi “Kalau Tuhan beranak, terus bidannya siapa?

Kasus chatt mesum yang melibatkan Firza

Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi, melaporkan Rizieq Shihab atas dugaan penyebaran konten berbau pornografi ke Polda Metro Jaya, pada 30 Januari 2017. Rizieq diduga melanggar Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 dan/atau Pasal 32 Undang-undang 44 Tahun 2008 tentang Pornografi serta Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Pemeriksaan pertama Rizieq dijadwalkan pada 25 April 2017. Sementara surat panggilan kedua telah dilayangkan pada 8 Mei 2017 atau dua hari sebelum jadwal pemeriksaan. Namun, Rizieq Shihab tak kunjung memenuhi panggilan tersebut.

Setelah mangkir dua kali, kini polisi menempuh langkah ketiga. Kepolisian sudah menerbitkan ‘surat perintah membawa’. Jadi surat itu nanti dibawa penyidik untuk mencari Pak Rizieq. Kasus dugaan penyebaran pornografi berupa percakapan seks yang diduga melibatkan Firza Husein.

Kasus palu arit dalam uang baru

Dua lembaga swadaya masyarakat, yakni Jaringan Anti Intelektual Muda (Jimef) dan Solidaritas Merah Putih (Solmet) melaporkan Rizieq Shihab atas ceramahnya tentang logo palu arit dalam uang baru yang diunggah ke Youtube oleh akun FPI TV pada 25 Desember 2016 lalu. Rizieq diduga melanggar pasal 28 ayat 2 dan pasal 28 ayat 1 juncto, serta pasal 45 ayat 2 UU ITE. Laporan atas nama Jimaf dibuat atas nama Herdiyan dan diterima oleh SPKT Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP 92/i/2017/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 8 Januari 2017.

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, kasus itu sudah naik ke tingkat penyidikan sejak 22 Januari 2017 lalu.

Kasus dugaan penyebaran kebencian

Dua lembaga, yakni Student Peace Institute dan Rumah Pelita (forum mahasiswa-pemuda lintas agama), melaporkan Rizieq dengan tuduhan menyebarkan kebencian bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan, sebagaimana diatur dalam Pasal 156 KUHP dan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU ITE.

Inilah 7 kasus Rizieq yang sudah di laporkan, dan masih menjalani pemeriksaan. Beberapa pihak juga menuntut agar Habib segera menyelesaikan kasus-kasus tersebut sesuai dengan aturan yang ada.

Leave a Reply