Kenapa FPI Tak Gelar Demo Besar-besaran Soal Kasus ‘Chat’ Rizieq dan Firza?

JagadNews – Mengenai kasus chat WhatsApp Rizieq, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pada kepolisian bersabar dan menghormati Habib Rizieq sebagai imam besar. MUI juga menyarankan pada Polri agar tidak melakukan red notice bak penjahat.

Menanggapi itu, Polri menegaskan di mata hukum semua orang sama. “Semua warga negara Indonesia sama di mata hukum haknya,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Senin (15/5).

Polri akui tidak bisa memproses hukum pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab dengan cepat. Hal itu dikarenakan Rizieq terlibat banyak kasus.

“Dia banyak kasusnya, jadi satu-satu,” ujar Rikwanto.

Namun demikian, Rikwanto menjamin bahwa kasus Habib Rizieq akan tetap diproses hukum. Hanya saja, dia meminta waktu, karena akan diproses satu per satu.

“Semua berjalan hanya saja satu-satu,” ungkap Rikwanto.

kasus chat WhatsApp Rizieq

Menurut Kapitra, Rizieq tidak akan memenuhi panggilan polisi karena tidak bersedia diperiksa dalam kasus chat WhatsApp berkonten pornografi yang diduga antara Rizieq dangan Firza Husein.

Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) ini menegaskan, ketika Rizieq terkesan menghindar dari proses hukum, publik justru bertanya-nyata, ada apa gerangan.

“Kenapa Rizieq terkesan tidak berani berhadapan dengan aparat penegak hukum,” kata Gus Mis.

Atas kasus ini pula Gus Mis berharap polisi tegas dan adil dalam menangani kasus hukum yang menimpa Rizieq.
“Kalau mangkir, sebaiknya dijemput paksa,” katanya.

Lebih lanjut Gus Mis menyatakan dulu, FPI adalah pihak yang sangat getol menyuarakan pentingnya moralitas dan pengentasan pornografi.

“Tapi setelah Rizieq diduga terlibat dalam kasus ini, kenapa FPI tidak melakukan demo besar-besaran,” ujarnya.
Sebelumnya, Kapitra Ampera, kuasa hukum pimpinan FPI, Rizieq Shihab, menyatakan kliennya tidak akan kembali ke Indonesia untuk memenuhi panggilan pemeriksaan polisi.

“Habib Rizieq tidak akan datang. Bahwa ini bentuk protes karena peristiwa hukumnya tidak ada sebenarnya. Dan kalau ada sebenarnya pun tidak ada hubungannya dengan Habib Rizieq,” ujar Kapitra, di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta, Selasa (16/5/2017).

Kapitra mengatakan, Rizieq sebenarnya sudah ingin kembali ke Indonesia. Namun, rencana kembali ke Indonesia itu ditunda karena Rizieq menilai kasus dugaan pornografi diproses untuk pembunuhan karakter.

Kapitra mengungkapkan bahwa Rizieq saat ini berada di Arab Saudi. Sebelum ke Arab Saudi, Rizieq berada di Kuala Lumpur, Malaysia, untuk menyelesaikan studi doktoralnya.

Menurut Kapitra, jika polisi ingin mengusut kasus chat WhatsApp berkonten pornografi yang diduga antara Rizieq dangan Firza, maka polisi harus fokus mencari pihak yang memproduksi dan menyebarkan gambar percakapan tersebut.

“Jadi ini kekuatan politik lebih kental, ada executive order di dalamnya sehingga Habib Rizieq jadi target pembunuhan karakter,” kata Kapitra.

agen casino online terpercaya

Leave a Reply