Muchtar Effendi : Saya Tantang KPK!

JagadNews – Muchtar Effendi hari ini, Selasa (25/7/2017) menghadiri panggilan Pansus dalam rapat dengar pendapat. Dalam rapat tersebut, Muchtar Effendi mengakui dirinya belum pernah menerima surat penetapan dirinya sebagai tersangka.

Penetapan tersangka yang dilakukan oleh KPK atas dirinya terkait dugaan suap pengerusan Pilkada di Kabupaten Empat Lawang dan Kota Palembang di Mahkamah Konstitusi (MK). Padahal, penetapan itu telah diumumkan oleh KPK pada Rabu 15 Maret 2017 lalu.

“Sampai saat ini saya belum pernah menerima surat penetapan tersangka baru. Hanya berkoar-koar saja mereka (KPK) di media,” kata Muchtar.

agen judi online gula77.com

Muchtar juga mengakui bahwa dirinya mengetahui penetapan dirinya sebagai tersangka hanya melalui media sosial. Maka dari itu, Mochtar menantang KPK untuk memberikan surat penetapan dirinya sebagai tersangka itu.

“Ini biar masyarakat tahu. Saya tantang KPK, tolong antarkan surat tersangka pada saya. Saya belum terima,” tegasnya.

Muchtar sendiri juga membeberkan bahwa dirinya telah divonis lima tahun penjara sejak hari Kamis (5/3/2017) lalu. Seharusnya saat ini dia sudah bisa keluar dari penjara. Namun kenyataannya, Muchtar justru kembali ditetapkan sebagai tersangka dengan kasus yang sama. Tetapi pengumumannya yang belakangan.

“Setelah tiga tahun saya menjalani proses hukum di Sukamiskin, saya ditetapkan lagi pasal yang aneh. Perkara sama, Akil Mochtar juga (mantan hakim MK), saksi sama, hanya berubah tanggal. Jadi semua BAP sama, perkara sama, alat buktinya sama. Kalau dia mau menetapkan saya sebagai tersangka, kenapa enggak dari awal tiga tahun lalu,” ungkap Muchtar.

agen judi casino idrkasino

“Kemarin saya seharusnya pulang (bebas bersyarat) bersama dengan Andi Mallarangeng (mantan Menpora). Karena urutan saya di atas Andi. Jadi Novel langsung kirim surat ke Lapas, ini buktinya ada di sini, masih ada perkara lain,” lanjut Muchtar.

Muchtar mengungkapkan kekecewaan pada Novel dengan mensyukuri Novel disiram air keras oleh orang yang tidak dikenal.

“Alhamdulillah 2 minggu setelah itu, beliau disiram. Di situ lah, Allah menjelaskan bahwa musibah yang kau alami adalah ulah dari perbuatan kau sendiri,” tegas Muchtar.

Tinggalkan Balasan