Rizieq Bukan Ulama, Penghasut Itu Sifat Iblis Bukan Ulama, Berikut Ciri-ciri Ulama

JagadNews – Definisi ulama semakin bias. Susahnya menemukan sosok ulama yang sebenarnya ibarat mencari ikan di laut. Ada banyak ikan-ikan dilautan. Kita tentu akan susah menemukan ikan terbaik. Ikan yang kita temukan belum tentu yang terbaik. Ulama yang kita jadikan panutan bisa jadi bukan ulama yang sebenarnya.

Masing-masing orang merasa mampu mendefinisikan kata ulama. Ulama merupakan bentuk jamak taksir dari isim mufrod “‘alim” yang artinya orang yang memiliki ilmu. Jika definisi ini digeneralisir, maka akan banyak sekali orang-orang yang disebut ulama. Ada yang mendefinisikan lebih jauh tentang ulama.

Saat saya mengikuti perkuliahan, dosen saya mengatakan bahwa ulama adalah orang yang semakin bertambah takut kepada Allah seiring bertambahnya ilmu. Semakin ilmunya bertambah, menjadikannya semakin takut kepada Allah, bukan malah menjadi sombong. Ibarat padi, semakin berisi semakin merunduk.

Ulama juga tidak bisa dilihat dari penampilan. Orang yang berpakaian ala orang Arab (jubah, ikat kepala, dan sorban) tidak juga bisa disebut ulama meskipun beberapa ulama yang sudah kredibel memang seringnya memakai itu.

gula77.com

Khusus untuk ulama di Indonesia, ada yang memakai pakaian ala Arab, tapi juga ada yang tetap memakai pakaian adat Indonesia. Tentu kita ingat Sunan Kalijaga tetap menggunakan pakaian adat jawa (blangkon) meskipun beliau seorang yang sangat ‘alim.

Menyebut ulama kepada setiap keturunan Nabi Muhammad SAW (sayyid / habib) juga tidak mutlak, meskipun rata-rata sayyid atau habib itu menjadi ulama. Bahwa mereka memang memiliki nasab yang baik semau umat Islam mengkui, tapi itu tidak menjadi jaminan bahwa sayyid atau habib itu ma’shum (terjaga dari dosa dan kesalahan).

Penghasut Itu Sifat Iblis Bukan Ulama

Menyimak ungkapan KH. Said Aqil Siradj tentang Habib Rizieq dan FPI bisa menjadi bahan renungan dan pelajaran untuk bisa menyingkap siapa sebenarnya yang disebut seorang ulama.

Pada waktu itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj merasa heran dengan rencana unjuk rasa yang akan dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI), Apalagi, demo tersebut bertujuan mencopot jabatan Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charlian.

Menurut Said, tingkah laku para petinggi FPI tidak sejalan dengan ciri khas seorang ulama pada umumnya. Seorang ulama, kata dia, dituntut untuk menyebarkan ilmu agama, tanpa menghasut dan tak mudah terpancing emosinya

manis77.net

“Seorang ulama itu harus taklim menyampaikan pengajian atau ilmu agama. Masa orang ceramah tiap hari menghasut terus, bukan ulama itu. Kalau sekali-kali marah pantas, tapi sesekali aja. Mustinya kan taklim, kalau tiap hari isinya menghasut ya bukan ulama,”

Berikut Ciri-ciri Ulama

Ciri-ciri ulama menurut KH. Said Aqil Siradj yaitu menyebarkan ajaran Islam menyebarkan ilmu agama, tanpa menghasut dan tak mudah terpancing emosinya. Sekarang kita coba pakai indikator yang dipakai KH. Said Aqil Siradj untuk menilai seseorang layak disebut ulama apa tidak.

Pertama, menyebarkan ilmu agama. Kalau kriteria ini banyak orang yang bisa dikatakan sebagai ulama. Banyak para ustadz kondang yang sering ceramah mengisi pengajian baik of air maupun on air. Habib Rizieq sangat pantas disebut sebagai seorang ulama. Beliau memiliki jama’ah yang setia mendengarkan ceramah-ceramah Habib rizieq.

Kedua, tanpa menghasut. Seorang ulama memang tidak pantas untuk berbuat hasut. Jika menghadapi persoalan yang rumit, ulama akan berfikir jernih, tidak gegabah, tidak memperkeruh suasana, mencoba mendamaikan, bukan malah menghasut. Setahu saya makhluk yang hobinya menghasut adalah Iblis. Jika ada manusia yang hobinya menghasut, maka saya katakana itu Iblis berupa manusia.

idrkasino.com

Kalau ada orang yang memiliki ilmu agama dan sudah menyebarkannya kepada umat, namun hobinya menghasut, memprovokasi, bukannya mendamaikan, namun malah membuat persoalan semakin ruwet., maka saya akan katakan dia bukan seorang ulama. Untuk Kriteria nomer 2 ini, saya merasa yang termasuk ulama sudah mulai menyusut tidak sebanyak pada criteria pertama.

Ketiga, tidak terpancing emosinya. Seorang ulama adalah pewaris Nabi Muhammad SAW yang seyogyanya merupakan ejawantah dari pribadi Nabi Muhammad SAW. Nabi adalah pribadi paling pemaaf serta tidak mudah terpancing emosinya. Beliau tidak segan-segan memafkan orang yang telah menghinanya. Beliau tidak segan-segan untuk tersenyum kepada orang yang ditemuinya. Wajah beliau begitu ramah, membawa kedamaian. Siapa pun yang melihat wajah beliau akan merasa damai. Ulama memang seyogyanya seperti itu. Tidak mudah emosi serta mampu berfikir jernih dalam menghadapi persoalan.

Saya tidak akan menjudge mana yang pantas disebut ulama serta mana yang tidak pantas. Silahkan simpulkan sendiri mana yang pantas dibilang ulama dan mana yang tidak pantas.

poker online terbaik

Leave a Reply