Saat Dikejar Polisi, Pria Ini Mengaku Teman Presiden Donald Trump

Jagad News – Ada-ada saja yang dilakukan seseorang untuk berkelit dan menghindar dari kejaran polisi. Pria Florida, Amerika Serikat, bernama Aric Frydberg ini misalnya. Dia mengaku sebagai “teman dekat” Presiden Donald Trump untuk menghindari kejaran polisi.

Seperti dikutip dari Huffington Post, Kamis, 7 Desember 2017, kejadian bermula saat Frydbreg kedapatan sedang menghisap ganja dan kabur saat hendak diperiksa polisi.

Polisi memeriksa sebuah mobil yang terparkir di sebuah kantor pos karena seseorang mengatakan menghirup bau ganja dari mobil tersebut. Polisi kemudian melihat ke dalam mobil dan melihat sebuah bungkusan berisi daun hijau tersebut.

Baca juga: FPI Ajak Umat Islam Indonesia Demo Boikot Donald Trump

Ketika polisi itu mencoba menyita bungkusan tersebut, Frydberg diduga mencengkeramnya dan memasukkan bungkusan itu ke mulutnya. Kemudian Frydberg melesat pergi dan menelepon 911.

“Saya butuh bantuan. Ada seorang polisi yang mengejar saya,” kata Frydberg kepada operator.

Operator 911 berulang kali menyuruh Frydberg untuk menepi, namun tak digubris dan malah meminta bantuan yang tak masuk di akal pada operator.

“Panggil ibuku, panggil ibuku,” katanya. Ketika itu tidak berhasil, Frydberg mengeluarkan kartu As-nya.

“Donald Trump adalah teman dekat saya. Kami sudah membuat perjanjian,” katanya. Ketika alasan itu tidak juga berhasil, Frydberg mencoba alasan lain.

“Ibu saya menelepon saya dan mengatakan bahwa dia mengalami kecelakaan mobil di Homestead,” katanya sambil memohon pada operator 911.

Deputi Sheriff Collier County akhirnya menghentikan Frydberg dan menangkapnya setelah melakukan pengejaran sejauh 7 mil. Deputi mengatakan mereka menemukan sebuah pipa kaca dan terbukti positif ganja.

Baca juga: Pengikut Terbanyak Bintang Film Porno Ini Ternyata Berasal dari Kota Bekasi

Deputi membebankan biaya yang mencakup serangan yang diperparah pada petugas penegak hukum, denda pada petugas penegak hukum, menolak seorang perwira dengan kekerasan, gangguan dengan bukti, dan kepemilikan ganja. Dia dipenjara dengan denda sebesar $ 99.500 atau setara dengan Rp 1,3 Miliar.

Leave a Reply