Sebut Islam Larang Ucapkan Selamat Imlek, Mahfud MD Skak Mat Orang Ini

Berita Terkini, Jagad News – Kehadiran Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden (UKP) bidang Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP), Prof Mahfud MD, di Kota Singkawang, Kalimantan Barat (kalbar), , Senin (12/2/2018), meninggalkan kesan istimewa bagi masyarakat khususnya etnis Tionghoa.

Sang Profesor fenomenal hadir di Kota Seribu Kelenteng untuk menyampaikan ceramah Kebansaan di Aula Kantor Wali Kota.

Sebelum dan sesudah ceramah, ternyata Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2011 itu berkeliling dan menikmati suasana kota menyambut Tahun Baru Imlek 2018 yang jatuh pada, Jumat (16/2018).

Ia bahkan sempat menikmati sarapan bubur khas Kota Amoy bersama Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie.

Menyambut Imlek kali ini, tokoh nasional kelahiran Sampang, Madura, Jawa Timur, 13 Mei 1957 tersebut, tampak gagah mengenakan busana etnis Tionghoa.

Ia pun menyampaikan selamat Imlek kepada etnis Tionghoa di seluruh Tanah Air.

“Sama dgn mengucapkanDrlamat Tahun Baru 2018, Insyaallah tidak ada larangan dalam Islam utk sekadar mengucapkan Gong Xi Fat Cai, selamat tahun baru 2569. Mari bangun kedamaian,” tulis Mahfud di akun Instagram-nya @mohmahfudmd, Selasa (12/2/2018).

Mahfud juga mem-postingan pernyataan serupa di akun Twitter miliknya, @mohmahfudmd.

Postingan ini pun mendapat tanggapan beragam dari netter.

Sebagian besar memuji sifat negarawanan Mahfud MD, namun ada pula yang kurang setuju dengan ucapan selamat Imlek tersebut.

Berikut komentar netter di akun Instagram @mohmahfudmd:

@loejhonny: Terima kasih Prof, Indonesia akan menjadi tentram dan damai dengan adanya orang seperti Bapak. Saya doakan Bapak selalu sehat.

@dewaanom26: Salah satu putra terbaik bangsa, great pak @mohmahfudmd

@loveshahnaz26: Panjang umur dan sehat selalu ya Prof. Indonesia membutuhkan panutan seperti bapak.

@lilychiko: Sehat sll pak, diberkati selalu

@inestasiawen: Tahun baru imlek sama seperti tahun baru masehi, adalah hari raya kebudayaan, bukan hari besar agama, terima kasih telah menghargai kebudayaan etnis tionghoa.

@albertangg: Salam hormat pak @mohmahfudmd kita semua bersaudara saling menghargai dalam perbedaan , abaikan saja bedebah2 sok alim tapi munafik yang mengigil kedinginan karena kehangatan hati anda.

@evryyuke99: Sedapp Pak Profesor,,sejuk banget komentarnya..tapi ada lucu pak prof,saran sy sebelum posting dibaca dulu jgn sampai ada huruf yg salah ketik..

@primadzikri: Assalamualaikum pak mahfud . Semoga bpk tdk bosan2 terus menegak.kan keadilan .insyallah

@rizal_marunduri: @avidrochim maaf sebelumnya hanya mau meluruskan saja terkait menuntut ilmu ke negeri China itu hadistnya daif tidak sahih terimakasih

Ada pula yang seperti ini yang langsung ditanggapi sang Profesor:

Ini tanggapan Mahmud MD:

@mohmahfudmd: Anda tak usah ngucapkan saja kalau Anda anggap itu dosa. Saya akan tetap mengucapkan: selamat tahun baru 2018, srlamat tahun baru Imlek 2569, Gong Xi Fat Cai.

@mohmahfudmd: Imlek itu bkn upacara agama. Ia hitungan tahun Cina yg sdh 2569 tahun; jauh lbh tua dari thn hijriyah Islam yg baru 1439 thn atau tahun masehi yg baru 2018 tahun. Jadi ini hrs kita hormati sbg salah satu petanda peradaban manusia yg sdh tua.

Kecam Aksi Teror

Prof Mahfud MD mengecam keras dan mengutuk penyerangan terhadap orang yang sedang beribadah.

“Saya mengecam keras. Saya mengutuk penyerangan terhadap orang yang sedang beribadah,” katanya usai memberikan ceramah umum penguatan ideologi Pancasila di Kantor Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Senin (12/2/2018).

Mahfud menegaskan tidak boleh terjadi di negara Pancasila, apa pun alasannya dan negara harus turun tangan menegakkan hukum terhadap pelanggaran prinsip bernegara dan berhukum.

Bernegaranya itu berpancasila, bersatu. Kemudian berhukumnya dilarang melakukan penyerangan terhadap kelompok-kelompok agama lain, terhadap orang yang sedang beribadah.

Segala motif tuturnya, bisa digali, tetapi apapun motifnya itu dilarang dan negara melalui aparat penegak hukum harus turun tangan untuk menangkap dan menghukum sesuai hukum yang berlaku.

“Itu tindak pidana. Jadi harus ditindak tegas, siapapun dia,” tegas Mahfud.

Terjadinya penyerangan pada Minggu (11/2/2018) telah terjadi aksi penyerangan terhadap umat yang sedang beribadah dan seorang pastor di Gereja Stasi Santa Lidwina Bedog, Paroki Kumetiran, Sleman, Yogyakarta.

Senjata tajam yang digunakan pelaku melukai sejumlah umat dan Romo Karl Edmund Prier, SJ sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. [Sumber]

agen casino online terpercaya

Leave a Reply