Tuntaskan Kasus Air Keras Novel, Jokowi Panggil Kapolri

JagadNews – Presiden Joko Widodo menyatakan akan memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian besok soal penuntasan kasus penyiraman air keras pada Novel Baswedan. Sudah 100 hari lebih sejak penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi itu diserang orang tak dikenal, namun sampai saat ini kasusnya belum terungkap.

“Kemarin saya sudah menyampaikan ke Kapolri, besok mau menghadap,” kata Jokowi di Setu Babakan, Jakarta Selatan saat menghadiri Lebaran Betawi, Minggu (30/7).

Baca juga: Kapolri Tito Tantang Novel Sebut Nama Jenderal Terlibat Penyiraman Air Keras

Karena itu Jokowi sampai saat ini belum bisa memberikan pernyataan detil soal kasus Novel.

Saat ini Novel masih menjalani perawatan pada matanya yang terkena air keras. Matanya sebelah kiri dikabarkan mengalami kerusakan serius dan harus dioperasi.

Meski penyiraman air keras ke Novel sudah terjadi lebih dari tiga bulan yang lalu, Polda Metro Jaya belum menemukan titik terang terkait identitas pelaku. Tiga terduga pelaku sempat diamankan, namun dilepaskan kembali.

agen judi online gula77.com

agen judi casino idrkasino

Meski demikian, polisi mengklaim sudah mengantongi sketsa wajah terduga pelaku penyerangan Novel. Sketsa itu sudah diserahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada pimpinan KPK.

Berbagai desakan dilayangkan agar Jokowi bersikap untuk penutasan kasus ini. Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut, jika Jokowi ingin membentuk tim independen, maka akan banyak pihak yang mendukungnya.

Sebelumnya Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK mendesak Jokowi membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk kasus Novel.

Sementara Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pihaknya telah memiliki beberapa fakta penting terkait kasus Novel. Dia menegaskan siap membantu TGPF jika memang akan dibentuk Jokowi.

Baca juga: Negara Kalah Lawan Bandit Politik, Jika Penyerangan Novel Dibiarkan

Dahnil menduga, lambatnya penanganan kasus Novel bukan karena Polri tidak mampu mengungkap. Dia menilai ada banyak kepentingan di tubuh Polri yang memengaruhi laju pengungkapan kasus Novel.

Oleh karena itu, lanjut Dahnil, TGPF independen perlu dibentuk sebagai jalan keluar mandeknya pengungkapan kasus Novel di kepolisian. [cnn]

Tinggalkan Balasan